PPN
Pajak Pertambahan Nilai - Pajak atas konsumsi Barang Kena Pajak dan/atau Jasa Kena Pajak di dalam Daerah Pabean
Penyerahan BKP/JKP dalam negeri
Berlaku11%2025-01-01 → sekarang
Penyerahan BKP/JKP dalam negeri
BerlakuTarif dasar PPN 12% berlaku 1 Januari 2025, namun 12% penuh hanya untuk BKP mewah (objek PPnBM: kapal pesiar/pesiar pribadi, pesawat udara pribadi, dan rumah dengan HJE > Rp 30 miliar). Untuk penyerahan BKP/JKP selain barang mewah, DPP menggunakan DPP nilai lain 11/12 dari harga jual sehingga beban efektif 11% (12% × 11/12). Mekanisme diatur PMK 131/2024 dan PMK 11/2025.
Penyerahan BKP/JKP (2022-2024)
Diubah11%2022-04-01 → 2024-12-31
Penyerahan BKP/JKP (2022-2024)
DiubahTarif PPN 11% berdasarkan UU HPP yang mulai berlaku 1 April 2022.
Penyerahan BKP/JKP (Pra-HPP)
Diubah10%1984-04-01 → 2022-03-31
Penyerahan BKP/JKP (Pra-HPP)
DiubahTarif PPN 10% yang berlaku sejak awal UU PPN 1984 hingga sebelum UU HPP.
Ekspor Barang Kena Pajak
Berlaku0%2022-04-01 → sekarang
Ekspor Barang Kena Pajak
BerlakuPPN atas ekspor Barang Kena Pajak Berwujud dikenakan tarif 0%.
Impor Barang Kena Pajak
Berlaku11%2025-01-01 → sekarang
Impor Barang Kena Pajak
BerlakuPPN atas impor Barang Kena Pajak Berwujud yang dikenakan dan dipungut bersamaan dengan pemungutan Bea Masuk, Cukai, dan pungutan lainnya oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Untuk BKP umum (selain barang mewah) beban efektif 11% via DPP nilai lain 11/12; BKP mewah impor dikenai 12% penuh atas nilai impor tanpa DPP nilai lain.
Penyerahan melalui Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE)
Berlaku11%2025-01-01 → sekarang
Penyerahan melalui Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE)
BerlakuPPN atas penyerahan BKP dan/atau JKP melalui PMSE (e-commerce/marketplace) baik dari pedagang dalam negeri maupun luar negeri. Penyelenggara PMSE bertindak sebagai pemungut PPN. BKP umum dikenai efektif 11% via DPP nilai lain 11/12; BKP mewah yang disalurkan via PMSE dikenai 12% penuh atas harga jual tanpa DPP nilai lain.
Penyerahan Jasa Tenaga Listrik
Berlaku11%2025-01-01 → sekarang
Penyerahan Jasa Tenaga Listrik
BerlakuPPN atas penyerahan jasa tenaga listrik oleh PLN atau penyedia listrik lainnya.
Penyerahan Jasa Telekomunikasi
Berlaku11%2025-01-01 → sekarang
Penyerahan Jasa Telekomunikasi
BerlakuPPN atas penyerahan jasa telekomunikasi (pulsa, data, telepon) oleh operator telekomunikasi.
Ekspor Jasa Kena Pajak
Berlaku0%2022-04-01 → sekarang
Ekspor Jasa Kena Pajak
BerlakuPPN atas ekspor Jasa Kena Pajak berupa jasa yang dilakukan di Indonesia yang manfaatnya digunakan di luar Indonesia. Dikenakan tarif 0%.
Barang/Jasa Tidak Kena Pajak (Bukan JKP/BKP)
Berlaku0%2010-04-01 → sekarang
Barang/Jasa Tidak Kena Pajak (Bukan JKP/BKP)
BerlakuDaftar barang dan jasa yang tidak termasuk Barang Kena Pajak dan Jasa Kena Pajak sehingga tidak dikenakan PPN. Diatur dalam Pasal 4A UU PPN.
PPN Tidak Dipungut (JKPT) Industri Strategis
Berlaku0%2022-04-01 → sekarang
PPN Tidak Dipungut (JKPT) Industri Strategis
BerlakuPembebasan PPN (JKPT/Pajak Tidak Dipungut) untuk penyerahan BKP strategis tertentu yang dibeli oleh pengusaha yang mendapat fasilitas. Fasilitas PPN tidak dipungut diberikan melalui PMK.
Jasa Kegiatan Usaha Persewaan (JKP)
Berlaku11%2025-01-01 → sekarang
Jasa Kegiatan Usaha Persewaan (JKP)
BerlakuPPN atas jasa kegiatan usaha persewaan (sewa menyewa tanah, bangunan, kendaraan, mesin, dan barang lain). Jasa persewaan diperlakukan sebagai penyerahan JKP biasa: PKP pemberi sewa (lessor) yang memungut PPN atas nilai sewa dan menerbitkan faktur pajak. Mekanisme 'penyewa sebagai pemungut PPN' (penerima jasa memungut) adalah warisan era UU 8/1983 dan sudah tidak berlaku.
Dasar Pengenaan Pajak (DPP) PPN
Berlaku11%2025-01-01 → sekarang
Dasar Pengenaan Pajak (DPP) PPN
BerlakuAturan penghitungan Dasar Pengenaan Pajak (DPP) PPN. DPP umum = harga jual/penggantian/nilai impor/nilai ekspor. Sejak 1 Januari 2025, untuk penyerahan BKP/JKP selain barang mewah DPP menggunakan nilai lain 11/12 dari harga jual sehingga beban efektif 11% dari tarif dasar 12% (PMK 131/2024 jo. PMK 11/2025); BKP mewah memakai DPP penuh.
Pengkreditan PPN (Input Tax Credit)
Berlaku11%1984-04-01 → sekarang
Pengkreditan PPN (Input Tax Credit)
BerlakuPPN Input - PPN Output = PPN disetor. Syarat: Faktur PPN valid, untuk kegiatan usaha kena PPN.