PPh 26
Pajak Penghasilan Pasal 26 - Pemotongan atas penghasilan yang diterima WP luar negeri
Penghasilan WP Luar Negeri Umum
Berlaku 20% 2022-01-01 → sekarang 5 BPPU
Penghasilan WP Luar Negeri Umum
BerlakuPemotongan PPh 26 atas penghasilan yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak luar negeri dari Indonesia, kecuali yang dikenakan PPh final.
Dividen WP Luar Negeri
Berlaku 20% 2022-01-01 → sekarang 1 BPPU
Dividen WP Luar Negeri
BerlakuPemotongan PPh 26 atas dividen yang dibayarkan kepada WP luar negeri. Tarif umum 20% dari jumlah bruto, namun dapat lebih rendah berdasarkan P3B (tax treaty).
Bunga WP Luar Negeri
Berlaku 20% 2022-01-01 → sekarang 1 BPPU
Bunga WP Luar Negeri
BerlakuPemotongan PPh 26 atas bunga yang dibayarkan kepada WP luar negeri selain yang telah dikenakan PPh 4(2).
Royalti WP Luar Negeri
Berlaku 20% 2022-01-01 → sekarang 1 BPPU
Royalti WP Luar Negeri
BerlakuPemotongan PPh 26 atas royalti yang dibayarkan kepada WP luar negeri.
Imbalan Jasa dan Sewa WP Luar Negeri
Berlaku 20% 2022-01-01 → sekarang
Imbalan Jasa dan Sewa WP Luar Negeri
BerlakuPemotongan PPh 26 atas imbalan sehubungan dengan jasa dan sewa yang dibayarkan kepada WP luar negeri yang tidak melakukan kegiatan usaha melalui BUT di Indonesia.
Penghasilan BUT (Bentuk Usaha Tetap)
Berlaku 5%/15%/25%/30% 2022-01-01 → sekarang
Penghasilan BUT (Bentuk Usaha Tetap)
BerlakuPemotongan PPh atas penghasilan yang diterima atau diperoleh BUT dari WP luar negeri. BUT diperlakukan sebagai WP dalam negeri dan dikenakan tarif Pasal 17 ditambah pajak cabang (branch profit tax) 20%.
| Lapisan | Batas Bawah | Batas Atas | Tarif |
|---|---|---|---|
| 1 | Rp 0 jt | Rp 50 jt | 5% |
| 2 | Rp 50 jt | Rp 250 jt | 15% |
| 3 | Rp 250 jt | Rp 500 jt | 25% |
| 4 | Rp 500 jt | ∞ | 30% |
Tarif P3B (Tax Treaty)
Berlaku 0–20% 1984-01-01 → sekarang
Tarif P3B (Tax Treaty)
BerlakuTarif PPh berdasarkan Perjanjian Penghindaran Pajak Berganda (P3B/Tax Treaty). Tarif bisa lebih rendah dari 20%. Indonesia memiliki P3B dengan 70+ negara.