Bea Masuk

Bea Masuk — pungutan negara atas barang yang diimpor berdasarkan HS Code

4 aktif
4 total

Bea Masuk Umum (MFN)

bea-masuk-umum-mf
✓ Berlaku

Tarif Bea Masuk umum (MFN) berdasarkan BTKI. Tarif 0%-40% tergantung HS Code.

0%–40%
Dasar pengenaan: Nilai Pabean (CIF)
Wajib Pajak
Importir
Penerima
Negara
Berlaku
1984-04-01 → sekarang
Tarif BM MFN sesuai BTKI: 0% (komoditas dasar), 5% (bahan baku), 10% (setengah jadi), 15-25% (barang jadi), 40% (mobil mewah).
Contoh Perhitungan
Impor laptop (HS 8471.30) USD 1.000
Tarif BM 0% × Rp 15.500.000
→ BM = Rp 0
Impor tekstil (HS 5208) USD 10.000
Tarif BM 15% × Rp 155.000.000
→ BM = Rp 23.250.000

Bea Masuk ASEAN (ATIGA)

bea-masuk-asean-atiga
✓ Berlaku

Tarif BM 0% untuk impor dari negara ASEAN berdasarkan ATIGA.

0%
Dasar pengenaan: Nilai Pabean (CIF)
Wajib Pajak
Importir dari negara ASEAN
Penerima
Negara
Berlaku
2010-01-01 → sekarang
ATIGA: tarif 0% untuk barang ASEAN dengan Form D. 6 founding + 4 CLMV (bertahap).
Contoh Perhitungan
Impor dari Thailand Form D USD 5.000
Tarif ATIGA 0%
→ BM = Rp 0

Bea Masuk Tinggi (BMT) — Barang Mewah

bea-masuk-bmt
✓ Berlaku

Tarif BM tinggi untuk barang mewah: rokok 50-150%, alkohol 40-150%, mobil mewah 40-80%.

40%–150%
Dasar pengenaan: Nilai Pabean (CIF)
Wajib Pajak
Importir barang mewah
Penerima
Negara
Berlaku
1984-04-01 → sekarang
BMT: rokok 50-150%, alkohol 40-150%, mobil mewah 40-80%. Ditambah Cukai untuk rokok/alkohol.
Contoh Perhitungan
Impor mobil mewah USD 100.000
BM 80% × Rp 1.550.000.000
→ BM = Rp 1.240.000.000 + PPN + PPnBM

Bea Masuk Anti-Dumping (BMAD)

bea-masuk-anti-dumping
✓ Berlaku

BM tambahan atas impor barang yang masuk dengan harga di bawah normal (dumping).

5%–100%
Dasar pengenaan: Nilai Pabean (CIF)
Wajib Pajak
Importir barang dumping
Penerima
Negara
Berlaku
1996-01-01 → sekarang
BMAD berdasarkan penyelidikan KPUB. Contoh: baja China 5-30%. Masa berlaku 5 tahun.
Contoh Perhitungan
Impor baja China kena BMAD 15%, CIF Rp 1.000.000.000
BM normal 15% + BMAD 15% = 30%
→ Total BM = Rp 300.000.000
Bea Meterai